Dilema Teknologi dan Awal Puasa Ramadhan 2017 (1438 H) Serta Hasil Sidang Isbat


Dilema Teknologi dan Awal Puasa Ramadhan 2017 (1438 H) Serta Hasil Sidang Isbat


Awal Puasa Ramadhan 2017 (1438 H) dan Hasil Sidang Isbat –  Ummat muslim Indonesia menunggu keputusan pemerintah mengenai hasil sidang isbat 2017. Dari sidang itu, akan diketahui kapan 1 ramadhan 2017. Namun selama ini, seringkali Ormas Islam mendahului kehendak pemerintah, meski sebagian kalangan menilai wajar saja, akan tetapi dari hal ini sering terjadi gesekan, bahkan cukup tajam.

Keinginan untuk bersatu, merayakan hari raya, puasa bersama adalah keinginan wajar, tetapi sering kali diperburuk dengan sikap dari sebagian oknum. Tak heran, perbedaan antara rukyatul hilal dan Hisab menjadi sebuah pisau tajam yang kadang mengancam persatuan ummat. Maka, perlu diambil sebuah langkah untuk menetapkan Hari Raya Idul Fitri 2017 tanggal berapa?

Teknologi dan Sunnah Nabi

Tak asing lagi, teknologi menjadi acuan bagi segenap ormas. Maka dengan adanya teknologi, orang bisa menentukan kapan idul fitri atau puasa 100 tahun yang akan datang. Sebab mereka menggunakan teknologi untuk menghitung atau yang biasa disebut dengan hisab. Di sisi lain penggunaan teknologi untuk menentukan hari raya islam dan juga bulan, seringkali menuai kecaman dari berbagai orang.

Loading...

Misalnya, di Indonesia orang yang menggunakan hisab sering diidentikan sebagai anggota ormas Muhammadiyah. Apakah memang begitu? nyatanya, ormas itu memang selalu memakai hisab dalam menentukan hari raya Islam.

Sebaliknya, mereka yang menggunakan metode nabi dalam menentukan bulan islam dan hari besar, sering diidentikkan dengan anggota ormas NU. Namun nyatanya pemerintah Indonesia juga memakainya untuk menentukan bulan dan hari besar Islam. Wajar saja, sebab metode tersebut dianggap paling dekat dengan perintah nabi dan menyatukan masyarakat.

Nabi bersabda mengenai metode penetapan bulan dan juga penetapan hari besar Islam, dalam sabdanya

Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya’ban, pen). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi tiga  puluh hari. (HR. Bukhari Muslim)

Perintah nabi, rupanya berdasarkan dari perkataan Allah dalam surat Albaqarah. Allah berfirman yang artinya:

Mereka bertanya kepadamu tentang hilal (bulan sabit). Katakanlah: “Hilal (bulan sabit) itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji.” (QS. Al Baqarah: 189)

Loading...

Perlu waktu lama dan tempat yang banyak jika mengulas perbedaan keduanya. Tetapi, rakyat Indonesia, juga tidak bodoh. Mereka mengambil satu dasar yang bisa menyatukan mereka semua di atas perbedaan, meski sebenarnya perpecahan adalah keburukan, semoga hati ummat Islam di Indonesia senantiasa diliputi rahmat dan hidayah dari Allah Subhanahu Wata’ala. Mari kita sambut ramadhan karim dengan senyum dan hati bahagia. Selamat datang bulan rahmat.

Download 5X Lebih Cepat sini

Dilema Teknologi dan Awal Puasa Ramadhan 2017 (1438 H) Serta Hasil Sidang Isbat


Loading...
Dilema Teknologi dan Awal Puasa Ramadhan 2017 (1438 H) Serta Hasil Sidang Isbat | admin | 4.5